Sabtu, 03 Oktober 2009

Lindu Jare Wong Jowo........

lindu sedino kaping pitu, ugo ono gundolo sosro ( gundolo gelap sosro sewu ) yen wis krungu nek ono gelap sewu moni bareng.........


Gempa..(lindu) orang jawa biasa menyebut dengan ucapan itu, Orang-orang Jawa kuno agak berbeda pandangan mengenai Lindu (gempa) dengan para pakar geologi, meteorologi, ataupun Geofisika. Menurut para pakar Ilmu Meteorologi dan Geofisika gempa merupakan kejadian alam yang diakibatkan oleh pergeseran kulit bumi.... nah itulah gempa menurut para ahli meteorologi dan geofisika.

tapi para sesepuh Jawa tengah pada khususnya mempunyai pemahaman sendiri mengenai gempa, para pemahaman kejawen memahami gempa (lindu) sebagai sebuah pertanda bahwa bumi ini sedang berduka, dan berdukanya bumi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah banyaknya maksiat yang terjadi di Bumi, banyaknya para penguasa yang menyalahkan kekuasaaanya, banyakanya anak muda yang sudah enggan mengikuti syareat Islam, banyaknya para penerima kwajiban yang luapa akan kwajiban, banyaknya para pemegang amanat yang lupa akan amanatnya dan meninggalnya Ulama yang di Agungkan dan dianggap PAKU TANAH JAWA, serta banyak sekali hal yang menyebabkan itu.

dari keterangan itu, harusnya kita berinstropeksi diri, apakah kita udah termasuk orang yang menyebabkan gempa menurut ulama kejawen......???? apakah kita orang yang turut menanggung dosa atas gugurnya mereka korban gempa.....???? apakah kita orang yang mengakibatkan bumi menangis prihatin karena perbuatan kita tiada pernah baik di mata bumi yang kita tinggali.....???? Bumi menangis karena banyak sebab, tapi leboh dominan disebabkan oleh perbuatan tidak baik manusia.
walau adakalanya bumi ini menangis karena memang prihatin ketika Ulama Paku Tanah Jawa meninggal dunia, jadi teringat, mungkin bumi ini sedemikian hebat bergoncang karena bumi menangis prihatin setelah meninggalnya seorang Ulama besar yaitu Syeikh Asrori Al-Ishaq, mungkin ............... bumi merasa hidupnya sudah tiada guna sebab ditinggalkan oleh orang-orang alim penerima waris rosulullah pengemban amanat dari Allah yang amanah, tapi juga tidak menutup kemungkinan karena manusia sudah tergoda akan kemanisan dunia yang dijanjikan hawa nafsu......... Iming-iming syetan penyebab bencana............???

Saudaraku Ikwanul Muslim jangan cuma menjadi penonton dalam pementasan film ini, karena kita itu pemain kita itu diatur oleh yang maha mengatur, kapan kita merubah diri kita kapan........??? kalo tidak dari sekarang.

Ikhwanul muslim jangan anggap bahwa kiamat nunggu kita tobat, kiamat akan terjadi kapanpun sesuka Allah, Ulama di dunia ini sudah banyak yang Pulang ke Rahmat Allah, kapan kita mulai membimbing diri kita, kapan kita dekat dengan ulama .......??? Sabda Rosul saw. bahwa di akhir zaman akan datang suatu zaman diamana para ulama banyak yang meninggal dunia dan yang masih hidup dijauhi oleh para manusia, klo mereka mendekat kepada ulama ketika mereka butuh pertolongan ulama itu,.......

mungkin itu pemahaman orang-orang kejawen terhadap Lindu ( GEMPA ) dan agak berbeda memang dengan para ahli meteorologi. banyak sekali kesalahan tulis mohon maaf yah......

Ikhwanul Muslim Kesalahan pada diri manusia itu umum terjadi dan biasa terjadi, sebagai manusia biasa yang dhoif mungkin banyak sekali kesalahan dalam tulisan ini maka sekiranya Ikhwanul Muslim semua dapat memaafkan kesalahan saya,...... Segala kebenaran Kepunyaan Allah dan Mutlak punya Allah, Akhirul Kata Wassalamualaikum Warahmatullah..........

4 komentar:

  1. Saya setuju dengan Mas Angker. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan bagi para korban yang selamat,dan bagi yang wafat diberikan ampunan-Nya.
    O, ya Mas...sekali-kali datang ya ke gubuk derita-ku. Alamatnya tak jauh kok:
    www.saefullohmsatori.blogspot.com
    Matur Nuwun...

    BalasHapus
  2. Ok mas makasih yah...... atas commentnya dan dukungan spirituilnya, Ok mas Insya Allah segera berkunjung

    BalasHapus
  3. Baru san terjadi lindu di tanah Jawa Pasuruan jatim lindu cuman sebentar bertanda apaka ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bangil broo ...lindu e liwat sk tas

      Hapus